Antara Blog, Ndesit dan Hebrit.

April 25th, 2008

profile.jpgPada awalnya saya tidak peduli sama sekali dengan yang namanya blog. Makhluk apaan tuh? Ternyata inilah yang menjadikan saya tahu apa itu web 2.0. Dulu, kalo mampir ke halaman web, entah corporate web atau personal web isinya ya itu-itu saja, tidak pernah diupdate, monoton dan kolot, seakan dia itu makhluk sombong yang tidak bisa disentuh. Kini, wajah web sudah berbeda, banyak pembaharuan dan perbedaan disana, dunia web terus berkembang dan bermetamorfosis menyesuiakan kebutuhan manusianya.

Web berkembang menjadi ajang interaksi dan komunikasi massal yang canggih, murah, efektif dan mendunia. Ada social media seperti friendster dan facebook, ada blog, ada juga mikro blogging, ada banyak situs berbagi seperti youtube atau pun flickr dan sebangsanya. Semuanya melimpah dan gratis tisss.

Kalau pengin cepat jadi seleb atau orang sakau yang nyandu internet, jadilah bagian dari mereka. Kalau tidak, anda akan dianggap kolot. Tidak adaptif terhadap perkembangan jaman. “Hareeee geeene tidak tahu blog ….!!!”. Itulah yel yel mereka untuk memanasimu.

Ngirim surat pake pos itu sudah kuno banget, anda kembali ke zaman “Flintstone”. SMS atau email adalah alat canggih terkini, kecuali kalau anda memang tinggal di puncak gunung yang jauh dari peradaban dan teknologi, apa daya..? Tapi apa iya ya? Tukang becak saja sekarang sudah pake hape. PRT saja hapenya N73. Kalo anda belum punya hape, walah betul-betul jauh sekali dari peradaban.

Tapi toh tidak apa-apa kalau hidup itu jauh dari peradaban dan teknologi, tidak bakalan mati tapi terisolasi. Jauh dari hangar bingarnya kehidupan, seakan hidup ini kembali natural. Tidak gampang stress karena berbagai tuntutan kehidupan, tuntutan gaya hidup, tuntutan jaman, tuntutan teknologi dan seabrek tuntutan-tuntutan lainnya. It’s back quiet and calm.

Semua itu hanya pilihan, mau jadi samin yang ndesit atau mau jadi mimin yang hebrit itu terserah anda. Pilihan ada di depan mata. Hidup di jaman kapital seperti ini sudah nggak perlu susah-susah lagi, banyak sales hebat yang lewat menjajakan dagangannya dengan tidak bosan-bosannya. Lewat depan rumah, depan tivi, depan monitor atau depan koran atau depan brosur :D . Semuanya berseliweran di depan mata. Tinggal hubungi saja customer service.

Mau pake cicilan, angsuran, kartu kredit atau bank plecit semua bisa diatur. Asal konsumtif pasti diminati. Jadi pesannya, bijak-bijaklah mengikuti teknologi. Jangan sampai semuanya itu memporak-porandakan kehidupan kita.

2 Responses to “Antara Blog, Ndesit dan Hebrit.”

  1. aries Says:

    hm… sebuah blog lagi, bener kata tukul : muka katroo tapi rejeki kota

  2. Ono Karsono Says:

    @Aries
    He he he…welcome to my blog. thx atas visitnya guys .. !!!

Leave a Reply